tahukah kau.. kau membunuhku pelan pelan
dengan senyumanmu yang kadang kunjungi hariku
dengan tawamu yang menggema dalam relung hatiku
dengan candamu yang bukan untukku
tahukah kau... kau hanya mengalirkan derasnya darah dalam hatiku
ketika kau tak perduli suguhkan bahagiamu di depanku
ketika kau tergelak bersamanya
ketika kau menggenggam jemarinya erat
tahukah kau... kau salurkan bisa ke dalam nadiku
mengalir bersama lirikan sinismu padaku
bersama keacuhanmu
kau hanya membunuhku pelan pelan...
Thursday, April 17, 2008
Wednesday, April 16, 2008
kau hanya mimpiku
kau masih bermain main dalam anganku
berlari memutari hari hariku
kau masih penuhi jiwaku
dengan lantunan suaramu yang memenuhi rongga jantungku
mengalir bersama aliran darahku
mengapa tak jua kau pergi?
tak taukah kau aku menderita?
tak taukah kau aku tersiksa?
sampai kapankah kau akan menempati anganku?
apakah sampai mataku membuta karena tetesan air mata?
apakah sampai hatiku terkoyak karena luka yang menganga?
apakah sampai jiwaku meregang tak sanggup usir kau dari rongga jiwaku?
kau hanya mimpiku
pergilah ku mohon...
berlari memutari hari hariku
kau masih penuhi jiwaku
dengan lantunan suaramu yang memenuhi rongga jantungku
mengalir bersama aliran darahku
mengapa tak jua kau pergi?
tak taukah kau aku menderita?
tak taukah kau aku tersiksa?
sampai kapankah kau akan menempati anganku?
apakah sampai mataku membuta karena tetesan air mata?
apakah sampai hatiku terkoyak karena luka yang menganga?
apakah sampai jiwaku meregang tak sanggup usir kau dari rongga jiwaku?
kau hanya mimpiku
pergilah ku mohon...
Saturday, March 22, 2008
hanya bayangan
kumaki diriku "bodoh kau!!"
yang tak tau beda bayangan dengan kenyataan
kukira kau adalah yang kutunggu selama ini
yang nantinya mengisi hatiku yang membeku
yang nantinya mewarnai jiwaku yang gersang
kutangisi diriku yang bodoh ini
tak kira airmata cukup tuk hapuskan kepedihanku
kukira kau cukup pantas untuk mengisi relung hatiku
yang telah kusiapkan sebuah ruang didalamnya untukmu
yang kuhiasi dengan segenap riangku
kukira cukup sudah tangisku
cukup sudah kebodohan merampok jiwaku
kau hanya bayangan
yang hanya akan hilang di gelapnya malam
kau hanya bayangan
yang tak mampu temani jiwaku
kumaki diriku "cukup sudah!!"
hapus semua bayangnya
biarkan hati itu tetap kosong tanpanya
biarkan jiwa itu tetap gersang
cukup sudah!!
yang tak tau beda bayangan dengan kenyataan
kukira kau adalah yang kutunggu selama ini
yang nantinya mengisi hatiku yang membeku
yang nantinya mewarnai jiwaku yang gersang
kutangisi diriku yang bodoh ini
tak kira airmata cukup tuk hapuskan kepedihanku
kukira kau cukup pantas untuk mengisi relung hatiku
yang telah kusiapkan sebuah ruang didalamnya untukmu
yang kuhiasi dengan segenap riangku
kukira cukup sudah tangisku
cukup sudah kebodohan merampok jiwaku
kau hanya bayangan
yang hanya akan hilang di gelapnya malam
kau hanya bayangan
yang tak mampu temani jiwaku
kumaki diriku "cukup sudah!!"
hapus semua bayangnya
biarkan hati itu tetap kosong tanpanya
biarkan jiwa itu tetap gersang
cukup sudah!!
Thursday, March 20, 2008
aku ingin kau tiada
kau buat aku gila dengan bayangmu yang bergentayangan dalam tidurku
kau siksa aku dengan harapan yang menggapai gapai dalam birunya hatiku
kau sesakkan aku dengan kisahmu yang mengawang dalam benakku
kau teteskan darah dari lukaku yang menganga karena keberadaanmu
pergi kau!!
jangan huni lagi hatiku yang tersimbah merahnya darah
jangan ganggu lagi jiwaku yang meradang
jangan muncul lagi dalam lipatan pikiranku yang terhimpit dukaku
pergi!!
biar ku balut lukaku dengan ketiadaanmu
biar ku peluk jiwaku dengan sesalmu
biar ku basuh tetes air mata dengan kesendirianku
ketika aku membuka pejaman mataku
ketika aku merangkak dari simbahku
ketika aku tersenyum dari dukaku
aku ingin kau tiada
kau siksa aku dengan harapan yang menggapai gapai dalam birunya hatiku
kau sesakkan aku dengan kisahmu yang mengawang dalam benakku
kau teteskan darah dari lukaku yang menganga karena keberadaanmu
pergi kau!!
jangan huni lagi hatiku yang tersimbah merahnya darah
jangan ganggu lagi jiwaku yang meradang
jangan muncul lagi dalam lipatan pikiranku yang terhimpit dukaku
pergi!!
biar ku balut lukaku dengan ketiadaanmu
biar ku peluk jiwaku dengan sesalmu
biar ku basuh tetes air mata dengan kesendirianku
ketika aku membuka pejaman mataku
ketika aku merangkak dari simbahku
ketika aku tersenyum dari dukaku
aku ingin kau tiada
biarkan
dan aku biarkan tangannya menggapaimu
sedang air mataku mengalir menyentuh keringnya jiwaku
aku biarkan matanya menatap lembut matamu
sedang aku pejamkan mataku menahan sesaknya dadaku
aku cemburu padamu, wahai kau yang bergaun putih
yang tersenyum manis padanya
menggenggam erat tangannya
aku cemburu padamu, wahai kau yang membawa sekuntum mawar
yang melangkah bahagia di ujung harimu
yang seakan ejek aku dalam lukanya hatiku
dan aku biarkan kau mengiris dalam lukaku
teteskan kebahagianmu, perihkan lukaku
lemparkan senyummu, matikan jiwaku
dan aku pejamkan mataku
biarkan kau pergi bawa bahagiamu dalam genggamannya
sedang air mataku mengalir menyentuh keringnya jiwaku
aku biarkan matanya menatap lembut matamu
sedang aku pejamkan mataku menahan sesaknya dadaku
aku cemburu padamu, wahai kau yang bergaun putih
yang tersenyum manis padanya
menggenggam erat tangannya
aku cemburu padamu, wahai kau yang membawa sekuntum mawar
yang melangkah bahagia di ujung harimu
yang seakan ejek aku dalam lukanya hatiku
dan aku biarkan kau mengiris dalam lukaku
teteskan kebahagianmu, perihkan lukaku
lemparkan senyummu, matikan jiwaku
dan aku pejamkan mataku
biarkan kau pergi bawa bahagiamu dalam genggamannya
aku benci kau
aku benci kau, sunyi
yang biarkan aku terpenjara dalam bayangmu
yang sesakkan aku dalam gelapmu
aku benci kau, rindu
yang biarkan aku merana mengharap datangnya
yang tinggalkan aku dalam kelam harapannya
aku benci kau, angin
yang tak sanggup sampaikan padanya
aku benci kau, bulan
yang tertawa mengejekku di bawah bayangmu
aku benci kau, cinta
yang mengalir di dalam nadiku
yang tak pernah hilang dalam lipatan pikiranku
yang menyesakkan dadaku, terbangkan nafasklu
aku benci kau, cintaku
yang biarkan aku terpenjara dalam bayangmu
yang sesakkan aku dalam gelapmu
aku benci kau, rindu
yang biarkan aku merana mengharap datangnya
yang tinggalkan aku dalam kelam harapannya
aku benci kau, angin
yang tak sanggup sampaikan padanya
aku benci kau, bulan
yang tertawa mengejekku di bawah bayangmu
aku benci kau, cinta
yang mengalir di dalam nadiku
yang tak pernah hilang dalam lipatan pikiranku
yang menyesakkan dadaku, terbangkan nafasklu
aku benci kau, cintaku
Subscribe to:
Comments (Atom)