dan aku biarkan tangannya menggapaimu
sedang air mataku mengalir menyentuh keringnya jiwaku
aku biarkan matanya menatap lembut matamu
sedang aku pejamkan mataku menahan sesaknya dadaku
aku cemburu padamu, wahai kau yang bergaun putih
yang tersenyum manis padanya
menggenggam erat tangannya
aku cemburu padamu, wahai kau yang membawa sekuntum mawar
yang melangkah bahagia di ujung harimu
yang seakan ejek aku dalam lukanya hatiku
dan aku biarkan kau mengiris dalam lukaku
teteskan kebahagianmu, perihkan lukaku
lemparkan senyummu, matikan jiwaku
dan aku pejamkan mataku
biarkan kau pergi bawa bahagiamu dalam genggamannya
Thursday, March 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment