Saturday, March 22, 2008

hanya bayangan

kumaki diriku "bodoh kau!!"
yang tak tau beda bayangan dengan kenyataan
kukira kau adalah yang kutunggu selama ini
yang nantinya mengisi hatiku yang membeku
yang nantinya mewarnai jiwaku yang gersang

kutangisi diriku yang bodoh ini
tak kira airmata cukup tuk hapuskan kepedihanku
kukira kau cukup pantas untuk mengisi relung hatiku
yang telah kusiapkan sebuah ruang didalamnya untukmu
yang kuhiasi dengan segenap riangku

kukira cukup sudah tangisku
cukup sudah kebodohan merampok jiwaku
kau hanya bayangan
yang hanya akan hilang di gelapnya malam
kau hanya bayangan
yang tak mampu temani jiwaku

kumaki diriku "cukup sudah!!"
hapus semua bayangnya
biarkan hati itu tetap kosong tanpanya
biarkan jiwa itu tetap gersang
cukup sudah!!

Thursday, March 20, 2008

aku ingin kau tiada

kau buat aku gila dengan bayangmu yang bergentayangan dalam tidurku
kau siksa aku dengan harapan yang menggapai gapai dalam birunya hatiku
kau sesakkan aku dengan kisahmu yang mengawang dalam benakku
kau teteskan darah dari lukaku yang menganga karena keberadaanmu

pergi kau!!
jangan huni lagi hatiku yang tersimbah merahnya darah
jangan ganggu lagi jiwaku yang meradang
jangan muncul lagi dalam lipatan pikiranku yang terhimpit dukaku

pergi!!
biar ku balut lukaku dengan ketiadaanmu
biar ku peluk jiwaku dengan sesalmu
biar ku basuh tetes air mata dengan kesendirianku

ketika aku membuka pejaman mataku
ketika aku merangkak dari simbahku
ketika aku tersenyum dari dukaku
aku ingin kau tiada

biarkan

dan aku biarkan tangannya menggapaimu
sedang air mataku mengalir menyentuh keringnya jiwaku
aku biarkan matanya menatap lembut matamu
sedang aku pejamkan mataku menahan sesaknya dadaku

aku cemburu padamu, wahai kau yang bergaun putih
yang tersenyum manis padanya
menggenggam erat tangannya
aku cemburu padamu, wahai kau yang membawa sekuntum mawar
yang melangkah bahagia di ujung harimu
yang seakan ejek aku dalam lukanya hatiku

dan aku biarkan kau mengiris dalam lukaku
teteskan kebahagianmu, perihkan lukaku
lemparkan senyummu, matikan jiwaku

dan aku pejamkan mataku
biarkan kau pergi bawa bahagiamu dalam genggamannya

aku benci kau

aku benci kau, sunyi
yang biarkan aku terpenjara dalam bayangmu
yang sesakkan aku dalam gelapmu

aku benci kau, rindu
yang biarkan aku merana mengharap datangnya
yang tinggalkan aku dalam kelam harapannya

aku benci kau, angin
yang tak sanggup sampaikan padanya
aku benci kau, bulan
yang tertawa mengejekku di bawah bayangmu

aku benci kau, cinta
yang mengalir di dalam nadiku
yang tak pernah hilang dalam lipatan pikiranku
yang menyesakkan dadaku, terbangkan nafasklu

aku benci kau, cintaku